ANALISA BALOK TINGGI BERLUBANG DENGAN METODE STRUT AND TIE MODEL

Marlon Marpaung

Abstract


ABSTRAK

 

Pada bangunan yang menggunakan beton sebagai pembentuk struktur seperti pada balok, sering dijumpai adanya lubang pada balok tersebut yang diperlukan untuk berbagai hal seperti untuk ducting mechanical atau electrical. Apabila ukuran lubang yang diperlukan kecil, maka tidak akan mempengaruhi kekuatan struktur dan tidak perlu desain yang khusus pada balok tersebut. Tetapi, apabila ukuran lubang yang diperlukan besar, maka akan mempengaruhi kekuatan struktur atau terjadi perlemahan pada balok tersebut akibat pengurangan kekakuan balok di sekitar lubang, timbulnya gaya-gaya yang lebih kompleks dan pemusatan tegangan pada sudut-sudut lubang, kekuatan geser berkurang pada lubang dekat tumpuan (gaya geser besar, momen lentur kecil), dimana tulangan geser pada daerah lubang tereliminasi, kekuatan lentur berkurang pada lubang tengah bentang (momen lentur murni), sehingga perlu didesain secara khusus agar mampu memikul gaya-gaya yang terjadi. Balok tinggi berlubang (Deep Beam With Opening) merupakan salah satu contoh daerah terganggu (Disturb Region) pada elemen struktur. Pada D-region, teori balok (beam theory) tidak tepat diterapkan. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang rasional untuk diterapkan pada daerah-daerah tersebut. Metode Strut and Tie Model (STM) merupakan pengembangan dari analogi rangka. Strut-and-Tie Model berbeda dengan perencanaan yang umum; dimana tulangan lentur, geser dan torsi direncanakan terpisah, dalam penggunaan metode ini semua gaya yang bekerja dianalisis secara bersama-sama. Metode ini digunakan untuk mendesain balok beton berlubang adalah untuk lebih mempermudah atau menyederhanakan cara perencanaan tulangan balok tersebut.

 

Kata kunci : Balok Tinggi, Strut And Tie Model, Beton Bertulang, Lubang

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana