TINJAUAN HUKUM ATAS PERBANDINGAN KEPEMILIKAN RUMAH SUSUN DI INDONESIA DENGAN STRATA TITLE DI JEPANG

Aubertus Nugroho Satria Siahaan, Muhammad Yamin, affan mukti

Abstract


A B S T R A K

TINJAUAN HUKUM ATAS PERBANDINGAN KEPEMILIKAN RUMAH SUSUN DI INDONESIA DENGAN STRATA TITLE DI JEPANG

Menurut Undang – Undang No.20 tahun 2011 tentang Rumah Susun, Rumah Susun terbagi menjadi empat jenis yaitu : Rumah Susun Umum, Rumah Susun Khusus, Rumah Susun Negara, dan Rumah Susun Komerial.  Permasalahan dalam penilitian ini adalah bagaimana proses kepemilikan rumah susun di Indonesia dari awal pembangunan hingga penyerahan hak atas satuan rumah susun di Indonesia yang dibandingkan dengan proses kepemilikan strata title (hunian bertingkat) dari awal pembangunan hingga perolehan kepemilkian hak atas satuan unit bangunan di Jepang.

Jenis penelitian yang di gunakan dalam penilitian ini adalah yuridis normatif (legal research), yakni dengan mengacu pada berbagai norma hukum, dalam hal ini adalah hukum agraria indonesia yang terdapat dalam berbagai sumber yang di bandingkan dengan norma hukum agraria di jepang melalui perbandingan undang – undang kedua negara.

Kedudukan Hukum Agraria telah menjadi pilar utama dalam segala permasalan pertanahan di Indonesia terutama pada tahun 1960 dimana Undang – Undang Pokok Agraria menjadi awal yang kita kenal sebagai era reformasi agraria di indonesia yang dicanangkan oleh Prof. A P Parlindungan.  Reformasi Agraria terus berlanjut hingga kini.  Pada Tahun 1985 Undang – Undang tentang Rumah Susun di keluarkan oleh pemerintah sebagai solusi permasalan kepemilikan tempat tinggal oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang kemudian diperbaharui dalam undang – undang no. 20 tahun 2011 tentang rumah susun karena dianggap permasalahan tentang tempat tinggal meningkat tidak lagi menjadi masalah masyarakat berpenghasilan menengah lagi tetapi juga menjadi masalaha bagi masyarakat berpenghasilan menengah yang dikarenakan nilai jual tanah yang semakin meningkat di daerah perkotaan (ibukota propinsi) semakin tinggi juga karena berkurangnya area pemukiman yang diakibatkan peningkatan jumlah populasi penduduk di Ibukota propinsi yang disebabkan upaya masyarakat indonesia untuk mencari pekerjaan yang lebih layak dengan kata lain upaya masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi mereka.  Pemerintah tetap berupaya menyelesaikan permasalahn tempat tinggal ini dengan upaya menggerakkan masyarakat untuk memakai fungsi rumah susun sebagai piihan untuk membantu masyarakat dalammengatasi masalah lokasi tempat tinggal.  Karena Indonesia masih dalam masa reformasi agraria maka perlu adanya perbandingan peraturan mengenai solusi tempat tinggal masyarakat khususnya hunian bertingkat dengan negara yang telah berhasil menyelenggarakannya, dalam kasus ini adalah Jepang.

 

Kata Kunci : Rumah Susun di Indonesia dan Strata Title di Jepang


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.