DISPARITAS PENJATUHAN PIDANA TERHADAP PELAKU YANG BERSAMA – SAMA MELAKUKAN EIGENRICHTING (MAIN HAKIM SENDIRI) YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KUPANG NO. 72/Pid.B/2016/PN.KPG)

MOUSES PANGONDIAN SIRINGORINGO

Abstract


DISPARITAS PENJATUHAN PIDANA TERHADAP PELAKU YANG BERSAMA

– SAMA MELAKUKAN EIGENRICHTING (MAIN HAKIM SENDIRI) YANG

MENYEBABKAN KEMATIAN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI

KUPANG NO. 72/Pid.B/2016/PN.KPG)

ABSTRAKSI

Mouses Pangondion Siringoringo, Madiasa Ablisar, Nurmalawaty*

 

Main hakim sendiri berarti menghakimi orang lain tanpa mempedulikan hukum yang ada (biasanya dilakukan dengan pemukulan, penyiksaan, pembakaran dan sebagainya). Tindakan main hakim sendiri biasanya dilakukan oleh 2 orang atau lebih, sehingga menyebabkan terjadinya disparitas dalam penjatuhan pidana terhadap para pelaku main hakim sendiri sesuai peran masing – masing dalam tindakan tersebut.Disparitas adalah pemidanaan yang berbeda/ disparitas pidana merupakan bentuk dari diskresi hakim dalam menjatuhkan putusan. Hakim dalam mengambil keputusan harus memperhatikan nilai – nilai keadilan yang ada pada masyarakat, bijaksana, kepekaan, serta erat sekali kaitannya dengan integritas seorang hakim yang telah diatur dalam Kode Etik Profesi Hakim, dan tanggung jawab moral hakim sebagai wajah dan wakil Tuhan di muka bumi.Metode yang digunakan penulis dalam menjawab pertanyaan tersebut adalah penelitian hukum normatif.Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Teknik pengumpulan data yang dilakukan kepustakaan.Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode analisis kualitatif.Kesimpulan dari tulisan ini adalah pertanggungjawaban para pelaku tindakan main hakim sendiri yang menyebabkan kematian masing – masing dijatuhi hukuman yang berbeda.Hal tersebut dijatuhkan oleh Majelis Hakim setelah mempertimbangkan hal – hal yang memberatkan dan meringankan terhadap para terdakwa agar diperoleh rasa keadilan terhadap para terdakwa.Pengaturan tentang tindakan main hakim sendiri diatur dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana Pasal 170 ayat (2).Faktor yang bersumber dari hukum itu sendiri.Terjadinya main hakim sendiri disebabkan oleh banyak faktor, yang kemudain dibagi ke dalam faktor internal dan eksternal.

 

Kata Kunci      : Disparitas, Main Hakim Sendiri

 

 

DISPARITY IN SENTENCING A PERPETRATOR JOINTLY COMMIT EIGENRICHTING (TAKE THE LAW INTO ONE’S OWN HAND) CAUSING DEATH (A STUDY ON KUPANG DISTRICT COURT’S VERDICT NO.72/PID.B/2016/PN.KPG)

ABSTRACTION

Mouses Pangondion Siringoringo, Madiasa Ablisar, Nurmalawaty*

Vigilance itself means judging others without regard to the law (usually done by beatings, torture, arson and so on). The act of vigilantism is usually carried out by 2 or more people, causing disparities in the conviction of the perpetrators of vigilante according to their respective roles in the act. Disparity is a different punishment / criminal disparity is a form of judge's discretion in passing a decision. Judges in making decisions must pay attention to the values of justice that exist in the community, wise, sensitive, and very closely related to the integrity of a judge who has been set in the Judicial Professional Code of Ethics, and the moral responsibility of the judge as the face and representative of God on earth.The method used by the author in answering these questions is normative legal research. The data used are primary data and secondary data. The data collection technique used is literature. The method used in analyzing data is a qualitative analysis method.Based on the results of the study it can be concluded that, the responsibility of the perpetrators of vigilante actions which cause each death to be sentenced to a different sentence. This was dropped by the Panel of Judges after considering the things that were burdensome and alleviating the defendants in order to obtain a sense of justice towards the defendants. Regulations regarding vigilantism are regulated in the Criminal Code Article 170 paragraph (2). Factors originating from the law itself. The vigilantism is caused by many factors, which are then divided into internal and external factors.

Keyword          : Disparity, Vigilante



*Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

*Criminal Law Department, Faculty of Law, University of Sumatera Utara, Medan Indonesia.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.