ANALISA PERTANGGUNGJAWABAN PENYIDIK POLRI DALAM KAITAN TERHADAP TERJADINYA SALAH TANGKAP ATAU ERROR IN PERSONA

Yessi Kurnia Arjani Manik

Abstract


ABSTRAK

Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah salah satu lembaga penegak hukum yang berfungsi melakukan tindakan pencegahan terhadap terjadinya kejahatan dan memberikan perlindungan terhadap seluruh masyarakat. Dalam pelaksanaan hukum pidana dan hukum acara pidana tindakan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian sebagai langkah awal dalam proses penegakan hukum.

Permasalahan yang dikemukakan dalam skripsi ini adalah adalah Bagaimana fungsi Polri dalam penegakan hukum, penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum  serta Bagaimana pertanggungjawaban penyidik Polri terhadap terjadinya salah tangkap atau error in persona.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan kualitatif.  Penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang menggunakan bahan pustaka atau data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur, peraturan perundang-undangan dan  menganalisis putusan pengadilan negeri, dihubungkan dengan pendekatan kualitatif dilakukan dengan mewawancarai instansi pemerintah terkait yang dapat membantu memecahkan permasalahan dalam skripsi ini.

Penyidik sebagai salah satu aparat penegak hukum diberikan tugas dan kewenangan untuk menegakkan hukum, oleh karenanya tugas dan wewenang yang dilaksanakan harus sesuai dengan tujuan dibentuknya lembaga penegak hukum, namun penyidik dalam melaksanakan tugas dan wewenang terkadang terjadi penyimpangan-penyimpangan seperti penyalahgunaan wewenang maupun kelalaian, seperti dalam hal proses penyidikan, dapat mengakibatkan terjadinya salah tangkap oleh penyidik. Penyimpangan yang terjadi dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya moralitas yang kurang serta pengetahuan penyidik dalam menegakkan hukum.

 

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.