Beberapa Faktor Resiko pada Pasien dengan Infeksi oleh E. coli dan K. pneumoniae Penghasil ESBL di RSUP H. Adam Malik Medan

Selastri Agnes

Abstract


Introduction Identification of risk factors for ESBL-producing bacteria infection are very important toavoid spread of Extended spectrum β-lactamase (ESBL) and to decreased mortality. The aim of thisstudy is to identify risk factors for infection ESBL-producing E. coli or K. pneumoniae

Method An analytical study with cross sectional approach was conducted at H. Adam Malik hospitalMedan from January-March 2014. Samples were divided into 2 groups of pairs: ESBL (n = 27) and non-ESBL (n = 27). The length of hospital stay, utilization of invasive medical devices, comorbid disease, andsurgery procedure are the risk factors that being analyzed. Antibiotic sensitivity tests in both groups alsoevaluated.

Results Based on the statistical analysis we found that the risk factors that have a significantrelationship with ESBL infection was duration of hospital stay > 1 week OR 8.594 (1.680-43.953) p value0.004, the use of peripheral venous catheters OR 0.156 (0,045-0,539) p value 0.002, urinary cathetersOR 0.116 (0.023-0.595) p value 0.004, mechanical ventilator OR 0.091 (0.011-0.793) p value 0.002,nasogastric tube OR 0.160 (0.31-0.831) p value 0.018 and comorbid disease OR 15.625 (3.067-79.594).There was no significant correlation in utilization of CVC and surgery procedure. The ESBL-producingEscherichia coli or Klebsiella pneumoniae showed very good susceptibility to meropenem, imipenem(92.6%) and amikacin(85.2%).

Conclusions Risk factors associated with ESBL infections are duration of hospital stay > 1 week, theuse of of invasive medical devices (peripheral venous catheters, urinary catheters, nasogastric tube andmechanical ventilator) and comorbid disease. Carbapenem is still an option for ESBL infection

Keywords extended spectrum β-lactamase; risk factor; E. coli; K. pneumoniae

 

Abstrak

Pendahuluan Pengidentifikasian faktor resiko terhadap infeksi oleh bakteri penghasil Extendedspectrum β-lactamase (ESBL) sangat penting dalam mencegah penyebaran ESBL dan menurunkanmortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko infeksi oleh E. coli atau K.pneumoniae penghasil ESBL di RSUP H. Adam Malik Medan

Metode Penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang ini dilakukan di RSUP. H. Adam MalikMedan pada Januari–Maret 2014. Sampel dibagi 2 kelompok berpasangan: ESBL (n=27) dan Non ESBL(n=27). Faktor resiko yang dibandingkan adalah lamanya rawatan di rumah sakit, pemakaian alat invasifmedis dan penyakit komorbid. Tes kepekaan antibiotik pada kedua kelompok juga ikut dievaluasi.

Hasil Berdasarkan analisa statistik, didapatkan: faktor resiko yang bermakna secara signifikan adalahlama rawatan > 1minggu OR 8.594 (1,680-43.953) nilai p 0.004, kateter vena perifer OR 0.156 (0.045-0.539) nilai p 0.002, kateter urin OR 0.116 (0.023-0.595) nilai p 0.004, ventilator mekanik OR 0.091(0.011-0.793) nilai p 0.002, pipa nasogastrik OR 0.160 (0.31-0.831) nilai p 0.018; penyakit komorbid OR15.625 (3.067-79.594) nilai p <0.001. Sedangkan pemakaian vena sentral dan pembedahan merupakanfaktor resiko yang tidak bermakna. Antibiotik yang paling sensitif terhadap bakteri E. coli atau K.pneumoniae penghasil ESBL adalah meropenem dan imipenem (92.6%) diikuti oleh amikasin (85.2%).

Simpulan Faktor resiko yang berhubungan dengan infeksi ESBL adalah lama rawatan > 1 minggu,pemakaian kateter vena perifer, kateter urin, ventilator mekanik dan selang nasogastrik dan penyakitkomorbid. Golongan karbapenem masih merupakan antibiotik pilihan dalam menangani infeksi ESBL.

Kata Kunci Extended spectrum β-lactamase, Faktor resiko, E. coli, K. pneumoniae

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Kedokteran Nusantara- The Journal Medical School