Pemeriksaan Prokalsitonin sebagai Pendukung Diagnostik pada Pasien dengan Bakteremia di RSUP H. Adam Malik Medan

lentini lentini

Abstract


Introduction Bacteremia constitutes a condition when the existing bacteria are able to live temporarily in blood circulation, floats or settles. Bacteremia constitutes a dangerous systematic infection because it can become the sepsis of risk factor for bacteremia such as the length of treatment in a hospital, the level of seriousness of illness, co-morbidity, invasive action, incorrect antibiotic therapy, immunosuppressant therapy, and the use of steroid. Blood culture examination is a gold standard in establishing bacteremia. However, the result is obtained after 48 to 72 hours later that can worsen the condition even increasing mortality due to the delay of treatment.

Methods This research was a diagnostic test. It was performed in the Clinical Pathology Department of the Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara/ Haji Adam Malik Hospital Medan, from February until April 2016. The samples were 49 patients with SIRS criteria of presumable bacteremia in the Emergency Room of RSUP Haji Adam Malik, Medan, by examining blood culture and procalcitonin, taken by using consecutive sampling technique.

Result It was found that procalcitonin had 96% of sensitivity, 88% of specification, 89% of positive predictive value, and 95% of negative predictive value; 0.98% of AUC was found in ROC curve.

Keywords Bacteremia, Sepsis, Procalcitonin, Blood Culture

 

Abstrak

Pendahuluan Bakteremia adalah keadaan dimana terdapatnya bakteri yang mampu hidup dalam aliran darah secara sementara, hilang timbul atau menetap. Bakteremia merupakan infeksi sistemik yang berbahaya karena dapat berlanjut menjadi sepsis. Faktor risiko terjadinya bakteremia antara lain lama perawatan di rumah sakit, tingkat keparahan penyakit, komorbiditas, tindakan invasif, terapi antibiotika yang tidak tepat, terapi imunosupresan, dan penggunaan steroid. Pemeriksaan kultur darah merupakan baku emas dalam menegakkan bakteremia, namun pemeriksaan tersebut hasilnya baru dapat diketahui setelah 48 sampai 72 jam, sehingga sering terjadi keterlambatan pengobatan yang dapat memperburuk keadaan bahkan dapat menyebabkan kematian. Untuk mengetahui kemampuan diagnostik prokalsitonin dalam menentukan bakteremia di RSUP Haji Adam Malik Medan.

Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat uji diagnostic yang dilakukan pada bulan Februari sampai dengan April 2016 di Departemen Patologi Klinik FK USU/RSUP H Adam Malik Medan. Sebanyak 49 pasien dengan kriteria SIRS yang diduga bakteremia di Instalasi Gawat Darurat RSUP H. Adam Malik Medan, dilakukan pemeriksaan kultur darah dan prokalsitonin. Sampel penelitian dikumpulkan dengan metode consecutive sampling.  Analisa statistic dengan program komputer. Hasil Prokalsitonin mempunyai sensitivitas 96 %, spesifisitas 88%, positif predictive value 89% dan negative predictive value 95%, dengan kurva ROC didapatkan AUC sebesar 0.98 %

Simpulan Pengukuran kadar serum Prokalsitonin dengan cut off point 6.61 ng/ml dapat dijadikan sebagai penanda adanya bakteremia.

Kata kunci Bakteremia, Sepsis, procalcitonin, kultur darah


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Kedokteran Nusantara- The Journal Medical School