Hubungan antara Kombinasi Hemodialisis/Hemoperfusi dengan Total Body Water, Extra Cellular Water dan Intra Cellular Water Pasien Hemodialisis Reguler

Faisal Sinurat

Abstract


Introduction Clinical application of hemoperfusion combination with hemodialysis (HD/HP) demonstrated the optimal clearance of molecular uremic toxins. Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (KDOQI) recommends assessment nutritional status of regular hemodialysis patients with a combination of valid assessment tools, such as 7-point SGA (Subjective Global Assessment) and albumin. This study is aimed to determine correlation between the combination of HD/HP with the nutritional status of regular hemodialysis patients.

Methods This prospective cohort study from December 2013 to March 2014 on 20 regular hemodialysis patient and do history, measurements of height, weight, body mass index, nutritional status assessment by 7-point SGA and examination of serum albumin.

Results At the end of observation, 20 subjects were observed one subject out of the study. There is a significant difference between the mean of score 7-point SGA before and after combination hemodialysis/hemoperfusion (p<0.05). There is a significant difference between the mean albumin before and after combination Albumin HD / HP first (p<0.05). There are differences in body mass index (BMI) after combination by sex (p<0.05). There is a strong relationship between the 7-point SGA with BMI after combination (r=0.636, p<0.01).

Conclusion The combination of HD / HP is good clinical application for the treatment of malnutrition in regular hemodialysis patients. Regular assessment of nutritional status of regular hemodialysis patients is necessary, with a combination of a valid assessment tool (7-point SGA, albumin) is expected to help decrease morbidity and mortality.

Keywords Hemodialysis, haemoperfusion, BIA, TBW, ECW, ICW

 

Abstrak

Pendahuluan Dalam keadaan normal keseimbangan volume cairan tubuh intra dan ekstra seluler dipertahankan tetap konstan oleh ginjal. Aplikasi klinis kombinasi hemodialisis dengan hemoperfusi (HD/HP) menunjukkan tingkat efektifitas pembersihan molekul racun uremik yang optimal, terutama toksin dengan berat molekul menengah dan berat molekul besar pada pasien-pasien hemodialisis reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kombinasi hemodialisis / hemoperfusi dengan TBW, ECW, ICW pada BIA pada pasien hemodialis reguler

Metode Penelitian kohort prospektif dari bulan Desember 2013 hingga Maret 2014 terhadap 20 pasien hemodialisis reguler dan dilakukan anamnesis, pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, penilaian status cairan tubuh dengan menggunakan alat BIA.

Hasil Dari 20 subjek yang diamati 1 subjek keluar dari penelitian. Terdapat perbedaan bermakna antara rerata skor 7-point SGA sebelum dengan sesudah kombinasi Hemodialisis/Hemoperfusi (p<0.05). Terdapat perbedaan bermakna antara rerata albumin sebelum dan Albumin setelah kombinasi HD/HP pertama (p<0.05). Terdapat perbedaan Body Mass Index(BMI) setelah kombinasi berdasarkan jenis kelamin (p<0.05). Terdapat hubungan yang kuat antara 7-point SGA setelah kombinasi dengan BMI setelah kombinasi (r=0.636; p<0.01).

Simpulan Kombinasi HD/HP merupakan aplikasi klinis yang cukup baik untuk penanganan malnutrisi pada pasien hemodialisis reguler. Penilaian rutin status nutrisi pasien hemodialisis reguler sangat diperlukan, dengan kombinasi alat penilaian yang valid  (7-point SGA,albumin) diharapkan dapat membantu menurunkan morbiditas dan mortalitas.

Kata Kunci Hemodialisis, Hemoperfusi, BIA, TBW, ECW, ICW


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Kedokteran Nusantara- The Journal Medical School