PENGARUH PEMBERIAN MULSA JERAMI TERHADAP EROSI DAN ALIRAN PERMUKAAN TANAH INCEPTISOL PADA BERBAGAI KEMIRINGAN LERENG (The Effect of Aplicating of Straw Mulch to Erosion and Runoff at Inceptisol Soil with Different Slopes)

Dea Eka Fadilah, Delima Lailan Sari Nasution

Abstract


Land with high slope that has used as cultivated land without conservation will increase the risk of runoff and erosion. One of conservation method is by utilizing agricultural waste such as straw mulch. This study was aimed to measure the value of runoff and erosion of inceptisol soil which was applied with straw mulch on slope of 0-8 %, 8-15 % and 15-25 % and to find the difference of soil erosion rate measured by small plot method and stick method. This study was implemented in April-July 2018 in Tambunan-A experimental estate. The result showed that straw mulch was decreasing runoff at 9,8 %  at slope of 0-8 %, 26,56 % at slope of 8-15 % and27,27 % at slope of 15-25 %  and soil erosion decreased at 33,67 % at slope of 0-8 %,24,83 %at slope of 8-15 %  and27,45 % at slope of 15-25 %. The results showed that the ratio of erosion measurement using erosion small plot method and erosion stick methods were 1 : 81,8 to 1 :251,9.

Keywords: runoff, erosion, inceptisol soil, small plot method, stick method

ABSTRAK

 

Lahan berlereng yang difungsikan sebagai lahan pertanian memiliki potensi aliran permukaan dan erosi yang tinggi jika tanpa disertai tindakan konservasi. Salah satu tindakan konservasi secara vegetatif dengan memanfaatkan limbah pertanian adalah dengan penggunaan mulsa jerami. Penelitian in ibertujuan mengukur besar aliran permukaan dan erosi pada tanah inceptisol yang diberikan mulsa pada kemiringan lereng 0-8 %, 8-15 % dan 15-25 % serta mengetahui perbedaan hasil pengukuran eros idengan metode petak kecil dan dengan metode tongkat ukur yang dilaksanakan pada bulan April-Juli 2018 di kebun percobaan Tambunan A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulsa jerami menurunkan aliran permukaan untuk kemiringan 0-8 % sebesar 9,8 %, kemiringan 8-15 % sebesar 26,56 % dan kemiringan 15-25 % sebesar 27,27 % dan menurunkan erosi untuk kemiringan 0-8 % sebesar 33,67 %, kemiringan 8-15 % sebesar 24,83 % dan kemiringan 15-25 % sebesar 27,45 %. Hasi lpenelitian juga menunjukkan bahwa hasi lpengukuran erosi menggunakan metode petak kecil dengan metode tongkat ukur memiliki rasio berkisar antara 1 :81,8 sampai dengan 1 : 251,9.

 

Kata kunci: aliran permukaan, erosi, tanah inceptisol, metode petak kecil, metode tongkat ukur


References


Aleksander A. 2010. Aliran Permukaan dan Erosi Permukaan Tanah di Areal Pengusahaan Hutan Alam Produksi PT. Andalas Merapi Timber. Diakses dari http://repository.ipb.ac.id [30 Desember 2017].

BanuwaI. S. 2013. Erosi. Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Hanafiah K. A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hillel D. 1981. Soil and Water. Academic Press, New York.

Ispriyanto R., N. M. Arifjaya, Hendrayanto. 2001. Erosi di Areal Tumpangsari Tegakan Pinus merkusii Jungh. et De Vriese Umur Satu Tahun (Studi kasus di KPH Tasikmalaya, Perum. Perhutani Unit III Jawa Barat). Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 7 (1) : 37-47.

Juarsah I., R. D. Yustika, A. Abdurachman. 2008. Pengendalian Erosi dan Kadar Bahan Organik Tanah pada Lahan Kering Berlereng Mendukung Produksi Pangan Nasional. Prosiding Seminar Nasional Multifungsi dan Konservasi Lahan Pertanian. Balai Penelitian Tanah, Bogor.

Manik Y. W., Sumono, N. Ichwan, E. Susanto. 2013. Penentuan Nilai Faktor Tanaman Jagung dan Ubi Kayu Dengan Metode USLE dan Petak Kecil Pada Tanah Ultisol di Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian.1 (2) : 27-31.

Pratiwi. 2007. Konservasi Tanah dan Air: Pemanfaatan Limbah Hutan Dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan Terdegradasi. Diakses dari http://storage.jak-stik.ac.id [4 Februari 2018].

Siregar R. 2000. Pengaruh Tanaman Penutup Tanah, Mulsa Jerami Terhadap Beberapa Sifat Fisik Tanah, Aliran Permukaan dan Erosi Pada Dua Tingkat Kemiringan Lereng Ultisol Tambunan-A, Langkat. Universitas Sumatera Utara, Medan [Skripsi].

Sumarni N., A. Hidayat, E. Sumiati. 2006. Pengaruh Tanaman Penutup Tanah dan Mulsa Organik Terhadap Produksi Cabai dan Erosi Tanah. Jurnal Hortikultura.16 (3) : 197-201.

Sutedjo, A. G. Kartasapoetra. 2005. Pengantar Ilmu Tanah. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Umboh A. H. 1997. Petunjuk Penggunaan Mulsa. Penebar Swadaya, Jakarta.

Wahjunie E., D. N. Sinukaban, B. S. D. Damanik. 2012. Perbaikan Kualitas Fisik Tanah Menggunakan Mulsa Jerami Padi dan Pengaruhnya Terhadap Produksi Kacang Tanah. Jurnal Tanah Lingkungan. 14 (1) : 7-13.

Wischmeier, W. H. dan D. D. Smith. 1978. Predicting Rainfall Erosion Losses: A Guide to Conservation Planning. United States Department of Agriculture, Washington D. C.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter