PERBANDINGAN STABILISASI TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN SEMEN, GYPSUM, DAN KAPUR (CaO) DITINJAU DARI PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (UNCONFINED COMPRESSION TEST)

Farras Nasywa

Abstract


ABSTRAK Tanah lempung dengan plastisitas tinggi perlu di stabilisasi agar memenuhi syarat teknis untuk dijadikan sebagai tanah dasar jalan raya. Salah satu stabilisasi tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia pada tanah. Pada penelitian ini menggunakan bahan stabilisasi yaitu semen, gypsum, dan kapur. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui penambahan 1% sampai dengan 10% semen, 1% sampai dengan 10% gypsum, dan 1% sampai dengan 10% kapur terhadap index properties dan nilai kuat tekan bebas (UCT) dengan pemeraman 14 hari. Dari hasil penelitian diperoleh sampel tanah memiliki kadar air 34,43%; berat spesifik 2,65, batas cair 52,43 % dan indeks plastis 28,09 %. Berdasarkan klasifikasi USCS, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis CH. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis A – 7 – 6. Pada pengujian Kuat Tekan Bebas pada sampel tanah asli diperoleh sebesar 1,4 kg/cm2. Nilai sensitivitas tanah asli didapat 2, termasuk ke dalam tanah moderately sensitive. Nilai UCT dari stabilisasi tanah dengan 10% semen memperoleh nilai sebesar 3,68 kg/cm2, dengan 10% gypsum memperoleh nilai sebesar 2,98 kg/cm2, dan 10% kapur memperoleh nilai sebesar 3,31 kg/cm2.  Kata kunci: Tanah lempung, Stabilisasi tanah, Semen, Gypsum, Kapur, UCT

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana