ALTERNATIF PENANGANAN BANJIR SUNGAI DELI DENGAN MODEL TEROWONGAN AIR

Hartono Himawan

Abstract


Abstrak: Banjir merupakan suatu bencana alam yang pada umumnya terjadi karena meluapnya debit air sungai akibat tingginya intensitas curah hujan pada suatu daerah. Di kota Medan terdapat sebuah sungai yang membelah kota yaitu Sungai Deli yang membentang sepanjang 72 km dengan cakupan DAS seluas 472 km2 mulai dari kabupaten Karo sampai kota Medan untuk kemudian bermuara di Belawan. Penelitian ini bertujuan menentukan dimensi tunnel yang di akibatkan oleh banjir Q25 dan menentukan jalur yang tepat untuk perencanaan tunnel yang mana perencanaan jalur tunnel harus dimulai pada titik sebelum genangan banjir dan berakhir pada titik yang  melewati genangan banjir. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Klimatologi Kelas I Sampali serta dari jurnal, buku maupun penelitian yang berkaitan. Curah hujan rencana diestimasi menggunakan Distribusi Log Person III. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayas. Dan penelitian ini fokus pada debit banijr dengan periode ulang 25 tahun. Kapasitas kritis Sungai Deli yang dihitung dengan simulasi menggunakan HEC-RAS adalah sebesar 90 m3/dtk. Hasil perhitungan debit banjir Q25 dengan metode HSS Nakayasu adalah sebesar 203 m3/dtk. Adanya kanal pada Sungai Deli yang dirancang mampu menampung debit sebesar 70 m3/dtk saat terjadi banjir Q25 maka debit outflow yang masuk ke Sungai Deli sebesar 135 m3/dtk. Sehingga debit banjir yang dimasukkan ke dalam tunnel sebesar 45 m3/dtk. Dengan asumsi sudut dalam tunnel sebesar 240O diperoleh berdasarkan debit  45 m3/dtk adalah 6,5 meter. Selanjutnya perencanaan jalur tunnel dirancang dengan melewati jalan kota dan memiliki jarak yang tidak terlalu panjang.  Kata Kunci : Hidrograf Satuan Sintetik, Nakayasu, Gamma 1, DAS Deli, terowongan

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana