ANALISIS OPTIMASI JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI DENGAN JUDESA

Hydrowansi Siregar

Abstract


ABSTRAK Salah satu permasalahan yang sering menghambat perkembangan suatu daerah atau desa karena kurangnya infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Sebagai komponen infrastruktur yang paling mahal, jembatan kerap tidak dibangun bersamaan dengan pada saaat pembukaan jalan. Sistem jembatan yang sederhana untuk bentang yang panjang adalah jembatan gantung pejalan kaki. Umumnya jembatan gantung pejalan kaki dibuat simetris. Penelitian pusat penelitian dan pengembangan jalan dan jembatan menunjukkan bahwa dengan perencanaan struktur jembatan gantung asimetris untuk pedesaaan (Judesa) menghasilkan suatu jembatan gantung pejalan kaki yang lebih praktis dalam pengerjaan dan bisa dilaksanakan dari salah satu sisi jembatan. Pada skripsi ini dibuat pemodelan jembatan gantung pejalan kaki dan jembatan gantung asimetris untuk pedesaan (judesa) dengan bentang 20 meter, 40 meter, dan 60 meter tanpa gelagar pengaku. Hal yang paling membedakan pada kedua jenis jembatan ini adalah pada menara. Beban statik yang digunakan pada masing-masing model adalah 500 kg/m2 untuk beban hidup, dan beban mati berupa berat sendiri jembatan sebesar 64.1 kg/m2. Gaya-gaya pada lantai jembatan, gelagar memanjang, gelagar melintang, batang penggantung, kabel utama dan kabel angkur akan dinalisis dan dibuat perencanaannya. Dari hasil perencanaan dapat diperoleh seberapa besar optimasi jembatan gantung asimetris untuk pedesaan dalam penggunaan material jembatan dengan bentang yang berbeda.  Hasil perencanaan jembatan gantung pejalan kaki dan jembatan gantung asimetris untuk pedesaaan diperoleh bahwa penggunaan material baja, kawat sling, dan beton lebih minimum pada jembatan gantung asimetris untuk pedesaan. Kata kunci : jembatan gantung, judesa, penggunaan material

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana