ANALISIS SAMBUNGAN BAUT TERHADAP GAYA GESER DENGAN PERHITUNGAN MANUAL DAN PROGRAM ANSYS

Ignatio Sahat Parulian Manalu

Abstract


Abstrak: Joint atau sambungan pada struktur seringkali menjadi masalah utama karena sumber terjadinya kegagalan struktur. Kegagalan struktur paling banyak disebabkan oleh desain sambungan yang buruk serta besarnya ketidakcocokan antara perilaku yang dianalisis dan perilaku aktual. Untuk Struktur baja, salah satu sambungan yang sering digunakan  adalah sambungan baut (mechanical joint). Dewasa ini ada dua metode yang sering digunakan dalam menganalisa struktur baja yaitu metode tegangan kerja yang diacu oleh American institute of Steel Construction  (AISC) sebagai Allowable Stress Design ( ASD ) dan juga metode Beban Terfaktor yang diacu oleh AISC sebagai Load and Resistance Factor Design ( LRFD ). Dan dalam 20 tahun terakhir prinsip perencanaan struktur baja mulai bergeser ke konsep LRFD yang dianggap jauh lebih rasional. Penggunan konsep LRFD pada perencanaan sambungan masih memiliki beberapa kekurangan terutama pada perhitungan tahanan nominal sambungan baut , dimana pendistribusian pembebanan pada masing-masing baut diasumsikan sama.  Analisa Sambungan Baut tipe geser yang dilakukan pada tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan distribusi tegangan , gaya  serta displacement yang terjadi pada sambungan baut dengan simulasi program ANSYS  Workbench V.15 dan membandingkanya dengan metode perhitungan manual berdasarkan LRFD yang mengacu pada SNI 1729:2015 dengan memperhitungkan pengaruh jarak baut pada konfigurasi sambungan.  Dari hasil analisa yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa distribusi tegangan dan gaya yang diterima setiap baut pada sambungan memiliki besar yang berbeda , dan juga besarnya dipengaruhi oleh konfigurasi jarak antar baut di sambungan tersebut. Pada simulasi ansys , menunjukan bahwa baut yang menerima pembebanan paling besar terjadi pada baut terluar (baut no.1). Displacement/deformasi terbesar terjadi pada sambungan berjarak 1,5db–3db , dari hasil tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jarak baut pada sambungan akan mempengaruhi stabilitas dan dsitribusi tegangan dari sambungan baut tersebut.  Kata kunci : tegangan geser, deformasi, ANSYS, sambungan baut

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana