PENGARUH WAKTU PERENDAMAN TERHADAP NILAI CBR TANAH GAMBUT PEMATANG SELENG KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHAN BATU SUMATERA UTARA

Linus Yasman Gea

Abstract


ABSTRAK Gambut adalah tanah yang terbentuk dari timbunan sisa - sisa tanaman yang telah mati, baik yang sudah lapuk maupun belum. Timbunan terus bertambah karena proses dekomposisi terhambat oleh kondisi anaerob dan kondisi lingkungan lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat perkembangan biota pengurai. Pembentukan tanah gambut merupakan proses geogenik yaitu pembentukan tanah yang disebabkan oleh proses deposisi dan transportasi, berbeda dengan proses pembentukan tanah mineral yang pada umumnya merupakan proses pedogenik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat - sifat fisik dan mekanik dari tanah gambut melalui pengujian CBR (California Bearing Ratio) Laboratorium dan mengetahui perubahan parameter nilai CBR tanah gambut setelah mengalami pemadatan dan variasi waktu perendaman yang berbeda. Dari penelitian ini diperoleh bahwa tanah gambut Pematang Seleng kecamatan Bilah Hulu kabupaten Labuhan Batu memiliki kadar air sebesar 589,260 %; berat spesifik sebesar 1,381; angka pori sebesar 1,558; berat volume basah sebesar 1,820 gr/   ; berat volume kering sebesar 0,265 gr/   ; kadar abu sebesar 0,830 % dikategorikan sebagai low ash peat; kadar organik sebesar 99,170 % dan pH sebesar 5 dikategorikan sebagai moderately acidic. Nilai CBR pada tanah asli sebesar 1,380 % untuk pengujian CBR tidak terendam (unsoaked), sedangkan untuk nilai CBR 1 hari perendaman sebesar 1,360 % , untuk 3 hari perendaman  sebesar 1,320 % , untuk 7 hari perendaman sebesar 1,220 % dan untuk CBR terendah terjadi pada peredaman 10 hari yaitu sebesar 1,100 %. Sedangkan pada pengujian pemadatan standar didapat nilai berat isi kering maksimum adalah sebesar 0,432 gr/    dengan kadar air optimum 42,600 %.  Kata Kunci : Gambut, California Bearing Ratio, soaked, unsoaked

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana