Pengukuran Kinerja Kontraktor Berdasarkan Penawaran pada Tahap Pelelangan (Studi Kasus : Mesjid Agung Medan)

Mahadi Masri

Abstract


Abstrak     Menurut PerPres 54/2010 JO PP 04/2015 (Pengadaan Barang dan Jasa) dan PP 29/2000 JO PP 79/2015 (Penyelenggara Konstruksi) mengatakan ada beberapa jenis kontrak salah satunya adalah kontrak berdasarkan jenis pekerjaan design and build. Pekerjaan kontrak design and build menganut pelelangan terbatas, bersifat kompleks, memerlukan teknologi tinggi, mempunyai resiko  tinggi, dan memiliki biaya besar sesuai dengan PP  No. 29/2000 JO PP No. 79 Tahun 2015 dan kontrak design and build.  Pada tahap pelelangan pekerjaan kontrak design and build sudah diatur pada Lampiran 1-PerMen PUPR No. 19 Tahun 2015. Lampiran tersebut mengatakan  ada 6 metode pelelangan dan ada 4 metode evaluasi penawaran. Metode tersebut digunakan tergantung pada kondisi proyek tersebut.  Didalam Lampiran 1-PerMen PUPR No. 19 Tahun 2015 khususnya mengenai metode metode Pemasukan Dokumen Penawaran Satu Sampul, Prakualifikasi, Sistem Kontrak Gabungan Lump Sum & Harga Satuan Tanpa Penyetaraan dan Metode Evaluasi Menggunakan Sistem Gugur mengatakan ada 3 jenis dokumen penawaran yaitu penawaran administrasi, penawaran teknis, dan penawaran harga.  Evaluasi teknis dokumen penawaran PT. Nindya Karya – PT. Artefak  dan PT. PP – PT. GRB, KSO, keduanya lolos tahap evaluasi teknis karena memenuhi passing grade.PT. PP – PT. GRB, KSO mendapatkan total nilai akhir tertinggi yaitu 9,80, sedangkan  PT. Nindya Karya – PT. Artefak  mendapatkan total nilai akhir yaitu 9,54.  Kata Kunci: Design and Build, Pelelangan, Pekerjaan Terintegrasi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana