PENERAPAN SISTEM KOLAM RETENSI (RETARDING BASIN) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI DELI UNTUK PENGENDALIAN BANJIR KOTA MEDAN

Sumanto Sumanto

Abstract


Abstrak Banjir merupakan suatu kondisi dimana tidak tertampungnya air dalam saluran pembuang atau terhambatnya aliran air di dalam saluran pembuang. Curah hujan yang tinggi disertai dengan perubahan tata guna lahan dapat meningkatkan limpasan air permukaan mengalir dengan cepat dan menimbulkan banjir. Daerah Aliran Sungai Deli adalah salah satu DAS yang berperan penting terhadap Kota Medan. Sungai Deli terbentang sepanjang 73,2 km dengan cakupan DAS seluas 472,96 km2 mulai dari kabupaten Karo sampai kota Medan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa volume tampungan kolam retensi akibat debit banjir kala ulang DAS Deli dengan debit kapasitas penampang sungainya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu dan metode Melchior untuk menentukan debit banjir dengan menggunakan data analisa distribusi probabilitas dan intensitas hujan rencana,  serta metode Muskingum untuk analisis kapasitas kolam retensi. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode HSS Nakayasu diperoleh debit banjir sebesar 308,80 m3/det dan metode Melchior sebesar 379,55 m3/det untuk kala ulang 25 tahun, kapasitas sungai sebesar 168 m3/det, dan volume kapasitas kolam retensi dengan metode Muskingum sebesar 1.376.117,58 m3. Dengan direncanakan kolam tampungan tanpa pompa serta kedalaman kolam direncanakan sedalam 3 m, luasan kolam yang dibutuhkan seluas 458.705,9 m2 atau sekitar 46 Ha. Sedangkan, pintu air yang dibutuhkan sebanyak 5 pintu dengan lebar tiap pintu 2,83 m dan tinggi 2,5 m.  Kata Kunci : Banjir, DAS Deli, HSS Nakayasu, Kolam Retensi, Muskingum

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana