PENGARUH KERJA LEMBUR (OVERTIME) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KONSTRUKSI PADA RUSUNAMI MEDAN

Wilson Wijaya

Abstract


AbstrakPada pelaksanaan proyek konstruksi terdapat tiga sasaran yang harus dicapai, yaitu ketepatan biaya, waktu, dan mutu. Harus diusahakan agar biaya tidak melebihi anggaran, waktu tidak melampaui jadwal yang telah ditetapkan, dan mutu sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Untuk mencapai ketepatan biaya dan waktu, produktivitas kerja merupakan hal yang sangat penting. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh tiga hal yaitu peralatan, material, dan tenaga kerja. Produktivitas peralatan dapat dihitung dengan mudah berdasarkan manual/petunjuk pemakaian dan kondisi peralatan, adapun produktivitas tenaga kerja lebih sulit dipastikan karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika pelaksanaan proyek konstruksi mengalami keterlambatan, pada umumnya kontraktor akan melakukan percepatan agar jadwal penyelesaian proyek tidak terlampaui. Percepatan bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menambah jumlah tenaga kerja pada jam kerja normal (overmanning), menerapkan jam kerja bergantian (shift work), atau menerapkan jam kerja lembur (overtime). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka didapat produktivitas kerja normal pada proyek Rusunami Medan adalah sebesar 7,926 m3 ; produktivitas kerja lembur pada proyek Rusunami Medan adalah sebesar 7,80 m3. Penurunan produktivitas pada kerja lembur berpengaruh terhadap biaya kenaikan upah tenaga kerja. Kenaikan upah tenaga kerja adalah sebesar 128,57%.Kata Kunci : Kerja normal, Kerja lembur, Produktivitas.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana