EVALUASI WASTE DAN PENERAPAN LEAN PROJECT MANAGEMENT PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH MADRASAH ALIYAH PERSIAPAN NEGERI 4 MEDAN)

Candra Hutagaol

Abstract


ABSTRAK Material merupakan komponen yang sangat penting dalam pekerjaan konstruksi yang merupakan penyumbang biaya yang sangat besar pada prosesnya. Menghindarkan kerugian dari material sangat perlu dengan cara meminimalisir adanya waste dari setiap bahan dan material. Untuk itu perlu dilakukan manajemen untuk memperkecil kerugian dari waste yang ditimbulkan. Perlu dilakukan identifikasi material yang baik dan mengidentifikasi penyebab terjandinya waste dengan menggunakan metode lean construction untuk melihat proses apa saja yang berpotensi menghasilkan waste material. Pada proyek pembangunan Gedung Sekolah Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan, banyak ditemukan masalah dalam proses konstruksi, seperti perubahan gambar proyek dan masalah teknik di lapangan yang menyebabkan timbulnya waste material. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi jenis waste apa saja yang dihasilkan dalam proyek konstruksi, mengidentifikasi proses yang menghasilkan waste pada proyek konstruksi dengan menggunakan metode lean construction, dan untuk mengetahui waste level tertinggi dan terendah yang ada di proyek. Dari hasil identifikasi material yang berbiaya besar dan berpotensi menghasilkan waste dengan menggunakan analisa pareto, didapat 5 material yang berpotensi menimbulkan waste yang tinggi, yaitu: bekisting, beton ready mix K 250, keramik uk. 60x60 homogeneus, besi beton ulir D16 mm, dan besi beton ulir D10 mm. Dari hasil analisa waste level didapat persentase limbah dari yang terbesar sampai yang terkecil, yaitu: besi beton ulir D10 sebesar = 4.04 %, keramik homogeneus uk. 60x60 sebesar = 2.38 %, besi beton ulir D16 sebesar = 1.67 %, bekisting sebesar = 1.35 %, dan beton ready mix k 250 sebesar = 0.72 %. Dari identifikasi proses yang menghasilkan limbah dengan lean construction, didapatka nover processing, transportation, over production dan waiting yang merupakan penyebab dari waste material di proyek pembangunan Gedung Sekolah Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan. Proses yang menyebabkan waste pada lean construction, waste material terjadi disebabkan oleh over production, waste material terjadi dikarenakan kurangnya optimasi material di proyek oleh pelaksana sehingga pemesanan material yang berlebihan. Sedangkan over procecessing, waste material yang terjadi karena lambatnya proses kerja sehingga penggunaan material yang ada seperti beton ready mix K 250 mengalami cacat atau pengerasan. Sedangkan pada inventory, waste material terjadi karena tempat penyimpanan material yang masih kurang baik. Inventory yang kurang baik ini menyebabkan material yang rusak diakibatkan cuaca, hilangnya beberapa material, dan terhambatnya pengambilan material. Sedangkan pada waiting, waste in time terjadi dikarenakan adanya waktu tunggu yang terjadi pada logistik material, sehingga menyebabkan penurunan efektifitas kerja.  Kata Kunci :Waste Material, Lean Construction, Waste Hierarchy

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana