PENGARUH PERLETAKAN ROUGHNESS SENSOR PADA EVALUASI KETIDAKRATAAN JALAN MENGGUNAKAN ALAT ROUGHOMETER III

Doly Manurung

Abstract


Abstrak  Kenyamanan pengemudi dipengaruhi oleh tingkat ketidakrataan permukaan jalan, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kondisi jalan secara berkala. Pemeriksaan kondisi ketidakrataan jalan tidak cukup untuk merepresentasikan kondisi dilapangan yang sebenarnya, sebab pada beberapa kasus hasil survei hanya memberikan gambaran bagaimana kondisi yang dilewati oleh roda dimana sensor roughness dipasang. Evaluasi setiap bagian jalan perlu dilakukan dengan membandingkan nilai IRI yang dihasilkan dari alat Roughometer III dengan perletakan sensor di sebelah kanan untuk mengukur kondisi permukaan jalan yang dilewati ban kanan kendaraan dan  perletakan sensor di sebelah kiri untuk mengukur kondisi permukaan jalan yang dilewati ban kiri kendaraan. Dalam penelitian ini digunakan ARRB Roughometer III untuk menghitung nilai ketidakrataan jalan dalam pada ruas jalan nasional Sumatera Utara, yaitu Jalan Medan –Binjai (Monumen TD Pardede – RSU Latersia) sepanjang 7 km pada empat lajur di kedua arah. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, pada ruas Medan-Binjai untuk lajur lambat perbandingan nilai rata-rata IRI kanan dan kiri adalah 3,03 m/km : 3,28 m/km, untuk lajur cepat 3,26 m/km : 3,07 m/km, Sedangkan untuk arah Binjai – Medan perbandingan nilai rata-rata IRI kanan dan kiri pada lajur lambat adalah 4,10 m/km : 3,95 m/km, pada lajur cepat 4,20 m/km : 3,94 m/km. Terdapat perbedaan Nilai IRI wheelpath kanan dan kiri. Namun tidak terjadi perbedaan nilai yang signifikan antara nilai IRI pada perletakan sensor di sebelah kanan dan di sebelah kiri pada lajur cepat maupun lajur lambat yaitu hanya menghasilkan selisih 0,26. Namun dari hasil survey pada Lajur Binjai menuju Medan kategori kondisi ketidakrataan jalan jelas berbeda sehingga perlu kebutuhan penanganan pemeliharaan jalan yang berbeda pula.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana