STUDI ANALISIS ANTISIPASI KETERLAMBATAN DURASI PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS “WHAT IF” (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN DINDING PENAHAN TANAH DAN DERMAGA IKD 3 SERTA PERBAIKAN TANAH IKD BELAWAN)

Mhd Garry Satria

Abstract


ABSTRAK Bila terjadi keterlambatan pada salah satu jenis aktivitas pada jalur kritis, Seringkali akan menyebabkan keterlambatan durasi proyek secara keseluruhan. Salah satu studi yang telah dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan proyek adalah dengan menggunakan analisa “What If”. Langkah awal adalah memasukkan semua data yang dibutuhkan kedalam program Microsoft Project 2007. Setelah didapatkan sebuah Network Diagram Model Precedence Diagram Method (PDM). Langkah berikutnya model PDM ini di analisa dengan metode “What If” pada salah satu aktivitas pada jalur kritis yang mengalami keterlambatan dengan menggunakan program Microsoft Excel. Perhitungan percepatan durasi dilakukan pada aktivitas-aktivitas pengikut (successor) dari aktivitas yang mengalami keterlambatan. Perhitungan percepatan dibuat sebesar 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari durasi awal, dengan batasan jumlah pekerja maksimal 295 orang dan penambahan jam kerja (lembur) maksimal 11 jam. Hasil akhir yang didapat berdasarkan 2 buah grafik penerimaan dan penolakan akibat keterlambatan aktivitas Pekerjaan Perancah Bekisting Balok (4.3.1.1) yang telah dibuat, maka sangat disarankan percepatan dilakukan pada semua aktivitas yang berada dalam daerah penerimaan yaitu aktivitas Pekerjaan Bekisting Balok Beton Expose (4.3.1.2), Pekerjaan Pembesian Ulir (4.3.1.3), Pekerjaan Beton Cor K-350 (4.3.1.4), Pekerjaan Angkur D13-250mm (4.4.6.1), Pekerjaan Pengelasan T:5mm (4.4.6.3), Black Steel Pipe diameter 150mm/6” (5.3.4.1) dan Pipa HDPE diameter 6” (5.3.6.4). Perhitungan penambahan biaya akibat penambahan jumlah pekerja, biaya terendah sebesar Rp. 880.000 dan biaya tertinggi sebesar Rp. 201.500.000 sedangkan perhitungan penambahan biaya akibat penambahan jam kerja, biaya terendah sebesar Rp. 1.785.000 dan biaya tertinggi sebesar Rp. 348.046.875. Kesimpulan yang didapat bahwa metode “What If” dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk mengantisipasi keterlambatan proyek. Dari informasi yang didapat berdasarkan metode “What If” dapat memberikan acuan kepada seorang manager proyek dan pemilik proyek untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat untuk meminimalisasikan keterlambatan proyek secara keseluruhan. Sehingga diharapkan dapat mengembalikan rencana jadwal proyek seperti rencana semula. Kata Kunci : Keterlambatan Proyek, metode “What If”, percepatam durasi, daerah penerimaan.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana