DAMPAK KENAIKAN MUKA AIR LAUT TERHADAP PELABUHAN BELAWAN

Azzedi Putra

Abstract


ABSTRAK  Pelabuhan belawan dermaga ujung baru merupakan salah satu dermaga yang berfungsi sebagai terminal penumpang dan terminal curah kering dan basah. Terminal ini memiliki luasan sebesar 13329.3 m2. Dermaga ini memilki bagian-bagian antara lain bagian 101-103 dan 104-107 dengan keterangan dermaga 101-103 untuk kapal kecil hingga sedang sedangkan 104 sampai 107 untuk kapal besar. Dalam penelitian ini seluruh dermaga ujung baru dibagi atas 8 section dan memiliki masing-masing ketinggian. Dalam masing-masing section juga memiliki karakteristik kedalaman yang berbeda antara 3-6 meter. Untuk masing-masing section akan dievaluasi terhadap faktor penurunan tanah dan kenaikan air.  Metode penilitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan data yang digunakan adalah data pasang surut tahun 2015-2017 stasiun belawan, trend kenaikan suhu dan laju kenaikan muka air antara CPH dan Merge400. Data pasang surut kemudian dihitung menggunakan metode Least Square.   Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa kenaikan  muka air akibat data pasang surut dengan metode Least Square adalah 0.1 mm, kenaikan CPH adalah 1.8 m dengan laju sebesar 18 mm pertahun, kenaikan Merge400 sebesar 0.9 dengan laju 8 mm pertahun kenaikan Berdasarkan Iklim (Rahmstorf) 0.56 meter dengan laju kenaikan 1.6 mm/tahun/0C. Masing-masing kenaikan akan dijumlahkan dengan muka air max (HHWL) 1.86 Meter. Jumlah tinggi total CPH adalah 3.66 Meter, tinggi total Merge400 2.76 Meter dan Tinggi total Rhamstorf 2.42 Meter. Nilai kenaikan muka air laut menurut hasil perhitungan Least Square sangat kecil dikarenakan siklus pasang surut hampir sama untuk setiap tahun karena gerak astronomis yang disiplin (tidak berubah) setiap tahun menyebabkan nilai-nilai parameter konstituen menjadi hampir sama. Tinggi freeboard juga ditambahkan dengan asumssi 1 meter untuk operasional dermaga ujung baru. Penurunan tanah (Land Subsidence) Menurut Chaussard, E (2012) pada wilayah medan terjadi penurunan dengan rerata 2.5 cm/tahun. Hasil evaluasi akhir yang melibatkan tiap-tiap kenaikan muka air dan penurunan tanah menunjukkan tinggi banjir sebesar 0.3 sampai 2.7 Meter. Dalam penelitian ini juga terdapat analisa hasil draft kapal terhadap tinggi MLWL (tinggi terendah selama 19 tahun) dan kedalaman persection dermaga dimana untuk 101-103 hanya bisa dilalui oleh Kapal Tunda (Tugboat) sedangkan 104-107 dapat dilalui oleh kapal barang DWT 1000 Ton.   Katakunci : Dermaga, CPH, Merge400, Pasang surut, Draft, Least Square, Rhamstorf, Land Subsidence

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana