KAJIAN STABILISASI TANAH LEMPUNG AKIBAT PENAMBAHAN SEMEN PORTLAND 3% DAN FLY ASH DENGAN PENGUJIAN CBR TEST DAN KUAT TEKAN BEBAS

Hizkia Gultom

Abstract


ABSTRAK  Apabila tanah dasar yang ada berupa tanah lempung yang mempunyai daya dukung dan kuat geser yang rendah, maka konstruksi di atasnya bisa mengalami kerusakan. Salah satu upaya perbaikan tanah yang bisa dilakukan adalah dengan menambah bahan kimiawi pada tanah tersebut.  Bahan kimia yang biasa digunakan antara lain; kapur, semen, abu terbang batubara dan bahan lainnya. Penelitian ini menggunakan abu batu bara (fly ash) dan semen portland sebagai stabilization agent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Indeks Propertis dari tanah lempung dengan campuran bahan semen 3% dan fly ash dengan kadar bervariasi, mengetahui nilai daya dukung tanah maksimum dengan pengujian Kuat Tekan Bebas, mengetahui nilai CBR tanah dengan pengujian California Bearing Ratio serta mengetahui persentasi optimum penambahan fly ash pada campuran bahan.  Dari penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh bahwa sampel tanah asli memiliki Kadar Air 11,67%; Berat Spesifik 2,63; Batas Cair 43,93% dan Indeks Plastisitas 30,81%. Kemudian nilai Kuat Tekan 1,36 kg/cm2 dan nilai CBR 6,67%. Berdasarkan klasifikasi USCS, tanah tersebut termasuk dalam jenis (CL) sedangkan berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah tersebut termasuk dalam jenis A-7-6 (17). Setelah tanah dicampur dan distabilisasi dengan semen 3% dan fly ash dengan kadar bervariasi, maka diperoleh hasil stabilisasi paling optimum terjadi pada variasi campuran 3% PC + 14% FA yaitu dengan nilai Kuat Tekan Bebas sebesar 2,014 kg/cm² dan nilai CBR sebesar 17,69%. Tanah yang telah dicampur material stabilisator yang paling efektif yaitu 3% semen dan 14% fly ash termasuk dalam jenis Clay-Low Plasticity (CL) berdasarkan klasifikasi USCS dan tergolong A-6 (9) berdasarkan klasifikasi AASHTO. Kata Kunci : lempung, semen, fly ash, stabilisasi tanah, kuat tekan bebas, CBR.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana