ANALISIS PENURUNAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PVD MEMAKAI PROGRAM PLAXIS (Studi Kasus Proyek Pembangunan Behandle Area Pelabuhan Kuala Tanjung)

Pingky Purana Vitaloka

Abstract


ABSTRAK Tanah lunak merupakan tanah yang terbentuk akibat pelapukan batuan yang tidak memiliki daya ikatan yang kuat antar partikelnya, berkarakteristik buruk dan memiliki sifat kurang menguntungkan untuk konstruksi karena memiliki kandungan air yang tinggi tapi sulit terdrainasi, memiliki permeabilitas yang rendah dan kompesibilitas yang tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan yang besar dalam waktu yang lama. Maka dari itu, untuk membangun konstruksi di atas tanah lunak, diperlukan suatu teknik perbaikan tanah salah satunya adalah dengan menggunakan prefabricated vertical drain (PVD). Pada proyek pembangunan behandle area Pelabuhan Kuala Tanjung, perbaikan tanah lunak menggunakan prefabricated vertical drain (PVD). Penggunaan PVD menyebabkan terjadinya aliran drainase arah vertikal sehingga air pori dapat dikeluarkan lebih cepat. Dalam tugas akhir ini, setelah data-data yang diperlukan dalam penelitian ini terkumpul dilanjutkan dengan menganalisa perhitungan secara analitis dan menggunakan program plaxis untuk mencari penurunan dan waktu untuk mencapai derajat konsolidasi 95%. Kemudian akan dibandingkan besar penurunan secara metode analitis, program plaxis, dan penurunan di lapangan. Dari hasil perhitungan, dengan besar penurunan 0,932 m, untuk mencapai konsolidasi 95%, tanah lunak tanpa penggunaan PVDmemerlukan waktu selama 3824 hari, sedangkan tanah lunak dengan penggunaan PVDmemerlukan waktu selama 81 hari. Dari analisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan PVD dapat mempercepat proses konsolidasi. Jika dibandingkan, besar penurunan dengan metode analitis jauh lebih kecil dibandingkan dengan penurunan dengan program plaxis, yaitu 1,7033 m, dan penurunan di lapangan, yaitu 1,722 m. Kata kunci:  Tanah Lunak, Penurunan, Derajat Konsolidasi, Prefabricated Vertical Drain (PVD)

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana