Analisis Beban Gempa pada Gedung Beton Bertulang 10 Lantai yang Menggunakan Sistem Tuned Mass Damper (TMD)

Ricardo P Sinuhaji

Abstract


Abstrak. Indonesia merupakan daerah rawan gempa karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Metode baru dalam mengontrol respons struktur yakni menggunakan sistem kontrol tambahan. Sistem pendulum tuned mass damper merupakan sistem kontrol pasif yang baik mereduksi respons struktur. Akan dilakukan kontrol respons struktur terhadap periode natural, drift, base shear, dan percepatan tingkat struktur. Dalam penelitian ini digunakan pembebanan gempa time history dengan data akselerogram gempa El Centro, ChiChi, dan Kobe. Analisis dan pemodelan struktur ini menggunakan software SAP2000 versi 14.0.0. Dari hasil analisis perioda natural bangunan pada model I pada arah X dan arah Y sebesar 3.032 s dan 2.960 s. Pada model II periode natural bangunan meningkat menjadi 5.679 s. Pada model I drift maksimum atap arah X dan arah Y sebesar 31.33 cm dan 25.37 cm. Pada model II drift maksimum atap arah X dan arah Y mengalami reduksi menjadi 16.44 cm dan 2.65 cm. Pada model I interstory drift maksimum struktur pada arah X dan arah Y sebesar 4.5 cm. Pada model II interstory drift maksimum yang terjadi mengalami peningkatan pada arah X dan arah Y menjadi 6.4 cm dan 5.2 cm. Pada model I base shear pada arah X dan Y sebesar 25277.386 kN dan 21043.761 kN. Pada model II base shear pada arah X dan Y mengalami reduksi menjadi 12823.7 kN dan 12221.3 kN. Percepatan maksimum lantai model I pada arah X dan arah Y sebesar 117.99 cm/s2 dan 106.22 cm/s2. Percepatan maksimum lantai model II mengalami reduksi menjadi 83.1 cm/s2 pada arah X dan 70.8 cm/s2 pada arah Y. Dari hasil analisis yang diperoleh disimpulkan sistem PTMD dapat memperpanjang periode natural struktur akibat beban gempa dan mereduksi drift, base shear dan percepatan struktur.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana