ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI TANAH DENGAN DATA SPT DAN DATA CPT (STUDI KASUS UNDERPASS JALAN BRIGJEN. KATAMSO - AH NASUTION MEDAN)

Yohana Emanuela

Abstract


ABSTRAK Gempa bumi merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi yaitu likuifaksi. Untuk mengidentifikasi bahaya likuifaksi maka analisis secara empiris berdasarkan data SPT dan data CPT dilakukan untuk memahami potensi likuifaksi yang dapat terjadi. Analisis secara empiris dilakukan untuk mengetahui rasio tegangan siklis dan rasio tahanan siklis tanah pada lokasi penelitian. Lokasi penelitian adalah underpass jalan Brigjen Katamso - AH Nasution Medan. Parameter yang juga dipertimbangkan dalam hal ini adalah percepatan puncak tanah yang didapatkan dengan bantuan program ProShake 2.0. Hasil evaluasi potensi likuifaksi berdasarkan data SPT dan data CPT menunjukkan semakin besar percepatan puncak semakin besar rasio tegangan siklik dan mengakibatkan nilai faktor keamanan semakin kecil yang mengindikasikan likuifaksi dapat terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, percepatan puncak di lokasi penelitian dengan fungsi Atenuasi Joyner dan Boore dan fungsi Atenuasi Crouse berturut – turut adalah 0,190 g dan 0,140 g pada BH-I dan 0,250 g dan 0,175 g pada S-I. Kedalaman tanah yang berpotensi terlikuifaksi terdapat pada kedalaman 3,45m; 8,45m; 10,45 m; 20,45 m pada lokasi BH-I. Pada lokasi S-I kedalaman yang berpotensi terlikuifaksi adalah 1 m; 1,2 m; 3 m; 3,2 m; 3,4 m; 3,6 m; 3,8 m; 4 m; 4,2 m; 4,4 m; 4,6 m; 4,8 m; 5 m; 5,2 m; 5,4 m; 6 m. Kata kunci: CPT, CRR, CSR, factor of safety, percepatan puncak, SPT

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Benny Pradana